Iklan

Follow on Google+

Terkini Lainnya

Selasa, 25 Februari 2025

DPP FAMI,Laporan Tak Digubris, Kapolda, Kapolres, dan Kasat Reskrim Sulit Dihubungi

Sorong, 25 Februari 2025 – Dewan Pimpinan Pusat Federasi Advokat Muda Indonesia menyoroti dugaan pembiaran praktik perjudian togel di Kota Sorong. Sejak 16 Januari 2025, mereka telah melaporkan kasus ini kepada Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, Kapolresta Sorong Kota, serta Kapolda Papua Barat Daya, namun hingga kini belum ada tindakan konkret dari aparat kepolisian.

“Kami telah melaporkan aktivitas judi togel yang diduga dikendalikan oleh Bandar Hartono dan kawan-kawannya, tetapi tidak ada respons yang jelas. Ini memicu kecurigaan adanya pembiaran,” ujar Advokat Dwi Hartono Setiawan dari Dewan Pimpinan Pusat Federasi Advokat Muda Indonesia.

Karena tidak mendapat tanggapan dari kepolisian setempat, Dewan Pimpinan Pusat Federasi Advokat Muda Indonesia akhirnya mengajukan pengaduan resmi melalui aplikasi LAPOR pada 21 dan 24 Januari 2025. Laporan tersebut terdaftar dengan ID #8541091 (21 Januari 2025) dan ID #8442271 (24 Januari 2025), dan telah berstatus terverifikasi.

Menurut Dewan Pimpinan Pusat Federasi Advokat Muda Indonesia, laporan ini juga telah didistribusikan ke Kepolisian Republik Indonesia agar mendapat perhatian lebih luas dan Segera Melakukan tindakan Tegas

Laporan yang diajukan oleh Dewan Pimpinan Pusat Federasi Advokat Muda Indonesia mencakup dua aspek utama:

  • Keresahan Masyarakat – Judi togel yang marak di Kota Sorong dinilai merugikan warga dan menciptakan ketidakstabilan sosial.t
  • Ketertiban Umum – Perjudian ini dinilai telah mengganggu ketertiban dan mencoreng wibawa hukum di wilayah Papua Barat Daya.

Advokat Dwi Hartono Setiawan berharap Mabes Polri segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap bandar dan kaki tangannya agar Kota Sorong bisa bersih dari praktik perjudian ilegal.

“Kami menyampaikan laporan ini karena Dewan Pimpinan Pusat Federasi Advokat Muda Indonesia memiliki banyak anggota advokat dan paralegal di wilayah tersebut yang juga merasakan dampaknya langsung. Kami ingin Sorong bebas dari praktik perjudian yang merusak moral dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Upaya media untuk mengonfirmasi dugaan pembiaran ini juga menemui jalan buntu. Saat dihubungi melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp, nomor Kapolda Papua Barat Daya, Kapolres Sorong Kota, dan Kasat Reskrim Polres Sorong Kota tidak dapat dihubungi.

Bahkan, beberapa upaya komunikasi melalui pesan WhatsApp diduga telah diblokir oleh ketiga pejabat kepolisian tersebut. Tindakan ini semakin memperkuat dugaan bahwa aparat penegak hukum di wilayah tersebut tidak serius dalam menangani kasus perjudian togel.

Dewan Pimpinan Pusat Federasi Advokat Muda Indonesia menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga aparat kepolisian bertindak tegas terhadap praktik perjudian yang meresahkan masyarakat.

“Kami meminta Kapolri untuk turun tangan dan memastikan tidak ada pembiaran dalam kasus ini. Judi togel bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng wajah penegakan hukum di Indonesia,” tambah Dwi Hartono Setiawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan laporan tersebut. Sementara itu, dugaan adanya pembiaran semakin menguat seiring dengan sulitnya akses komunikasi dengan pejabat kepolisian terkait.

Laporan: Onim Papua Barat Daya 


Radar Satu Trending