Iklan

Follow on Google+

Terkini Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Polda Sulsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polda Sulsel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2024

Tambang Ilegal Di Luwu Timur, APPPRI Laporan Kami Sudah Di Proses



aaa.com--Maraknya Aktivitas Tambang Galian C Yang Di duga Ilegal di Sungai Kalaena Kec.Kalaena Kabupaten Luwu Timur Telah di Laporkan DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, Ombusmand RI Sukawesi Selatan Dan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Laporan Tersebut Dilaporkan Oleh DPP APPPRI (Asosiasi Pengusaha Dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia) Rabu 12 Junill 2024

Ketua Bidang Advokasi dan Investigasi Tambang DPP APPPRI (Asosiasi Pengusaha Dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia) Ardi Arisandi menyampai laporan tersebut telah ditindak Lanjuti Oleh Pihak Instansi dan Saat Ini Laporan Tersebut Telah Di Disposisi Ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur Untuk Selanjutnya Mengambil Tindakan Pemeriksaan. 

Lanjut Ardi Arisandi Untuk Laporan Ke Ombusmand RI Sulawesi Selatan Telah diregister  Pengaduan SPAN.LAPOR No.7836727, DPP APPPRI (Asosiasi Pengusaha Dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia) sebagai sosial kontrol Untuk melaporkan temuan Aktivitas Tambang Ilegal yang berpotensi merusak lingkungan, dan berdampak kepada ekosistem makhluk hidup di setiap Sungai Kalaena.

Menurut Ardi Arisandi, mereka melaporkan penemuan tersebut ke Pihak DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, Ombusmand RI Sukawesi Selatan Dan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan. 

 "Alhamdulillah Semua Laporan Direspon Oleh Masing-Masinh Pihan Semoga Laporan Tersebut berjalan dengan lancar, dan besar harapan kami agar kiranya pihak DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, Ombusmand RI Sukawesi Selatan Dan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan dapat menindaklanjuti/Menindaki laporan kami, terkait terang benderangnya kegiatan usaha tambang ilegal yang terjadi di Sungai KalaenanKabupaten Luwu Timur," ujarnya.

Dia menambahkan, ini Adalah Tindakan Yang Harus Pihan DPP APPPRI (Asosiasi Pengusaha Dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia)  Lakukan Agar Pihak APH Bisa Melakukan Tindak Sesuai Regulasi Yang Ada ," katanya. (Red) 


Laporan : DPP APPPRI

Editor : Dento

Kamis, 06 Juni 2024

TGC Ilegal Di Kalaena, APPP RI Akan Segera Kirim Laporan Tertulis Ke Polda Sul Sel Dan Ombusman RI



aaa.com--Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPP RI) menyoroti kegiatan penambangan (tambang galian-C) yang diduga ilegal di Sungai Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan.

Kordinator Bidang  Litigasi Dan Bantuan Hukum Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPP RI), Adv.Sulaeman mengungkapkan, pihaknya mendapatkan Dokomentasi langsung Yang dikirim Dari Masyarakat Terkait Aktivitas lokasi penambangan Galian C Yang Diduga Ilegal dan Tidak Memiliki IUP. 

“Dari Informasi Yang Didapatkan dari Masyarakat Kegiatan Tambang Galian C di Sungai Kalaena Diduga Di Beckup Oleh Pihak Aparat Penegak Hukum"

Adv Sulaeman berharap kepada pimpinan Polri untuk menindak tegas oknum aparat yang diduga mendukung operasional tambang Yang diduga ilegal itu.

“Kami minta ketegasan Kapolres Luwu Timur dan Kapolda Sulawesi Selatan untuk melakukan penertiban oknum aparat yang mem-backup penambangan ilegal, Disungai Kalaena Luwu Timur” kata dia Saat Dijumpai Pihak wartawan, Kamis (06/07/2024) sore.

Adv Sulaeman menjelaskan, aktivitas tambang yang diduga ilegal hampir terjadi secara merata di wilayah Sungai Kalaena Dia menyebut, Sesuai Data Yang Didapatkan Bahwa ada Dua Pelaku Usaha Yakni TH Dan MSD Yang Tidak Memiliki IUP Eksplorasi dan Oprasi Produksi , namun mereka melakukan kegiatan Pertambangan

“Jadi jangan karena baru mendapatkan WIUP langsung mau menambang melakukan penjualan. Nanti ada Izin Usaha Produksi (IUP) baru boleh melakukan pengangkutan dan penjualan,” ungkapnya.

Apalagi, kata Adv Sulaeman, aturan sekarang, izin merupakan kewenangan pemerintah Provinsi, sedangkan di Sungai Kalaena sendiri terdapat 3 titik lokasi tambang Dan Baru 1 Pelaku Usaha Yakni SR Yang Memiliki IUP Eksplorasi Jadi Boleh Berkarivitas di Lokasi Tapi Untuk Melakukan Pengankutan Belum Bisa,” tambahnya.

“Atas temuan tersebut, Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPP RI) Menduga jika Ada oknum APH Yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kegiatan Pertambangan Galian C di Sungai Kalaena Hal Imi Di Ungkapkan Karna Pelaku Usaha Yakni TH Terang-Terangan Melakukan Aktivitas Pertambangan Sungai Kalaena Luwu Timur” tegasnya.

Atas Hal Tersebut Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPP RI) Akan Segera Melayangkan Surat Pengaduan Ke Polda Sulawesi Selatan dan  Ombusmad RI,” pungkasnya.

Asosiasi Pengusaha dan Pekerja Pertambangan Republik Indonesia (APPP RI) Telah Melakukan Pelaporan dan Pengaduan Secara Elektronik/Online, Dan Laporan Secara Tertulis Akan Segera Menyusul, Pungkas Adv Sulaeman (Red) 


Rabu, 05 Juni 2024

Aktivitas TGC Ilegal Di Sungai Kalaena, AMMPL Akan Unjuk Rasa Di Mapolda Sul Sel



aaa.com--Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan Ancam Akan Melaksanakan unjuk rasa (unras) di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Mapolda Sulsel) dan didepan Kantor ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis(06/6/24).

Aksi Unjuk Rasa Yang Akan dilaksanakan Nantinya Pada Tanggal 12 Juni 2014 Akan Membawa Isu Central Yaitu minta Kapolres Luwu Timur AKBP Zulkarnain S.H SIK, MH dan Kasat Reskrim Polres Luwu Timur Iptu Achmad Alfian Nurrochim dicopot Oleh Karena menurutnya, kedua perwira tersebut tidak mampu memberantas tambang ilegal di Bumi Batara Guru,

Dalam tuntutan Aksi Unjuk Rasa Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkugan Nantinya Adalah :

1. Meminta Kapolda Sul Sel Untuk Segera Menghentikan Seluruh Kegiatan Pertambangan Ilegal Galian C Dihilir Sungai Kalaena Luwu Timur

2. Meminta Kapolda Sul Sel Untuk Memeriksa Jajaran Polres Luwu Timur Yang di duga Melakukan Pembiaran Aktivitas TGC Ilegal Di Luwu  Timur

3. Meminta Dinas Esdm Untuk Memberikan Teguran Dan Tindakan Kepada Pelaku Usaha Tambang Galian C Ilegal Di Hilir Sungai Kalaena Luwu Timur

Anak Isu Gerekan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati lingkungan 

"Tangkap dan penjarakan pelaku tambang ilegal dan oknum yang bermain di belakangnya"

Musliadi Selaku Jendral Lapangan pada Aksi Unjuk Rasa tersebut Mengatakan menduga banyak oknum yang turut bermain dalam Aktivitas Galian C  ilegal di Luwu Timur Khususnya Di Hilir Sungai Kalaena Kecematan Kalaena Luwu Timur.

Sebab sampai hari ini, kata dia, tambang yang diduga kuat tidak mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) di Luwu Timur masih beroperasi seperti biasanya, Salah Satu Bukti Nyata Bahwa Pelaku Usaha TGC TH Melakukan Aktivitas Padahal TH Tidak Mengantongi IUP Baik Eksplorasi Maupun Oprasi Produksi

“Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan tidak boleh membiarkan pelaku kejahatan tambang ilegal merajalela mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri atas penderitaan dan keselamatan masyarakat, kerugian negara, serta kerusakan lingkungan," tambahnya.

Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan meminta pelaku harus dihukum seberat-beratnya tidak hanya dihukum penjara, didenda, akan tetapi sudah seharusnya dilakukan perampasan keuntungan. 

Muliadi Pula mengatakan pelaku juga akan dikenakan pidana berlapis, menjerat pelaku tambang ilegal ini dengan menerapkan pidana lingkungan hidup, agar hukumannya diperberat.

"Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan harus bersatu melawan kejahatan seperti ini,  penindakan tambang Galian C ilegal yang menimbulkan dampak lingkungan di Luwu Timur " tutupnya.

Aksi Unjuk Rasa Yang Akan Dilaksanakan Nantinya Adalah Aksi Yang Akan Tetap Berkesinambungan Sampai Aktivitas Kegiatan Tambang Galian C Ilegal Yang Berada di Lokasi Hilir Sungai Kalaena Luwu Timur Di Tutup Permanen " Ujar Musliadi Yang Merupakan. Putra Daerah Bumi Batara Guru

Sekedar Diketahui Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli dan Pemerhati Lingkungan Tergabung Dalam Beberapa Lembaga Advokasi, NGO, dan Aktivis Mahasiswa

Rilis (Bersambung


Radar Satu Trending